Press "Enter" to skip to content

Posts published in “Kriminalisme”

Tersangka Pelecehan Pasien National Hospital Tak Langgar Kode Etik?

Kasus dugaan pelecehan seksual seorang pasien National Hospital dengan inisial WD yang mendadak viral di media sosial sejak akhir Januari 2018 lalu memasuki babak baru. Karena kasus itu, seorang perawat laki-laki dengan inisial ZA diamankan pihak kepolisian. Hanya saja terbaru, organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan jika dalam hasil kajian majelis kehormatan, ZA dinyatakan tidak melanggar kode etik keperawatan.

 

Kepada Tribunnews, Misutarno selaku Sekretaris PPNI menyebutkan kalau ZA tidak melakukan pelecehan seksual kepada pasien perempuan yang sedang tidak sadar usai operasi seperti yang ditudingkan. "ZA tidak melanggar kode etik keperawatan. Artinya, ZA tidak melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya. Apa yang dilakukan ZA itu sudah sesuai prosedur standar operasi (SOP) perawat saat menangani pasien seusai menjalani operasi. ZA hanya mengambil alat di sekitar payudara pasiennya. Untuk masalah pidana, itu jadi hak pihak kuasa hukum karena wilayah kami hanya menjelaskan secara etik profesi," papar Misutarno.

 

Sementara itu setelah kasus dugaan pencabulan ZA ini terkuak, mendadak RS National Hospital diserbu tudingan kasus serupa. Pada bulan Agustus 2017, Polda Jatim pernah memproses laporan dugaan pencabulan oleh seorang dokter kepada calon perawat. Saat itu diduga seorang dokter dengan inisial R melakukan pelecehan seksual kepada perawat dengan inisial O. O sendiri baru saja lulus dari sekolah keperawatan dan hendak melamar ke National Hospital. Kompas melaporkan jika saat tes kesehatan, korban O diminta masuk ke ruang pemeriksaan medis dan disuruh melepas baju lalu kemudian dokter R meremas dan memasukkan tangannya ke alat kelamin korban.

 

Perawat ZA Mendadak Cabut BAP

 

Sehari setelah pendapat PPNI mengenai dirinya yang dinilai tak melanggar kode etik, ZA yang dijadikan tersangka mendadak mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) melalui kuasa hukumnya. M Ma’ruf selaku kuasa hukum ZA menjelaskan kepada Detik, “Pencabutan BAP ZA melalui istrinya saat audiensi di hadapan Kapolda Jatim yang dihadiri Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Keterangan yang dicabut dalam BAP itu menyebutkan adanya tindakan pelecehan dengan meremas payudara korban sebanyak 3 kali. ZA hanya menjalankan profesinya sebagai perawat secara profesional yang saat itu hanya melepas sadapan elektrokardiografi dan tersenggol bagian dada pasien, itu saja," ungkap Ma’ruf.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ma'ruf menegaskan kalau kliennya tidak menyenggol bagian pribadi WD apalagi ada niat disengaja hingga meremas. Selain itu dirinya juga menyinggung soal video pelecehan yang viral tersebut sudah diedit dan banyak yang dipotong. Ma'ruf menjelaskan, pengambilan video agen togel terpercaya itu merupakan upaya manajemen menyelesaikan masalah dan merupakan reka adegan.

 

"Video itu dibuat setelah kejadian dan banyak dipotong serta anjuran manajemen untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Saya berharap penanganan kasus ZA ini secara terbuka serta profesional. Yang dijadikan barang bukti untuk menjadikan tersangka harus sahih dan harus dilakukan uji digital forensik," pungkas Ma'ruf.

 

ZA Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

 

Atas kasus ini, ZA yang sudah ditetapkan sebagai tersangka memang terancam hukuman penjara. Kombes Rudi Setiawan selaku Kapolrestabes Surabaya sempat menyebut jika perawat laki-laki itu terancam pasal 290 KUHP tentang pelecehan seksual kepada seseorang dalam keadaan tidak sadar.

 

"Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Sesuai aturan yang berlaku, pelaku ditetapkan tersangka setelah kami memiliki minimal dua alat bukti yang kuat," jelas Rudi setelah kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara hari Jumat (26/1) malam.